KEDIRI – Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri II Tahun 2026 resmi digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri. Ajang olahraga bela diri tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Kabupaten Kediri dalam berbagai kompetisi tingkat daerah hingga nasional.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli 2026 itu diikuti ratusan atlet pencak silat dari berbagai perguruan. Seremoni pembukaan dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) siang dengan menghadirkan para atlet, pengurus olahraga, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri.
Sebanyak 319 atlet ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka tergabung dalam 20 kontingen yang berasal dari delapan perguruan pencak silat di wilayah Kabupaten Kediri.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan perdana. Tingginya antusiasme peserta membuat panitia perlu melakukan pembatasan agar seluruh pertandingan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Alhamdulillah pesertanya cukup banyak, ada 319 peserta dari pencak silat se-Kabupaten Kediri. Ada 20 kontingen dari delapan perguruan yang ikut serta," ujar Hakim.
Menurutnya, Kejuaraan Piala Bupati Kediri bukan hanya bertujuan mencari atlet terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Atlet yang menunjukkan kemampuan terbaik akan dipersiapkan untuk memperkuat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kediri dalam berbagai kejuaraan.
"Kejuaraan ini bertujuan menjaring atlet-atlet hasil pembinaan. Nanti akan kita pilih untuk dipersiapkan memperkuat IPSI Kabupaten Kediri di berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun open tournament lainnya," jelasnya.
Hakim menambahkan, penyelenggaraan tahun kedua ini menggunakan fasilitas Convention Hall SLG dengan dua arena pertandingan. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki fasilitas yang lebih memadai dibandingkan pelaksanaan sebelumnya sehingga mampu menampung jumlah peserta yang lebih besar.
Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan KONI Kabupaten Kediri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Saat ini, KONI Kabupaten Kediri telah menjalankan program pemusatan latihan sejak Juni 2026. Sebanyak 46 atlet prioritas telah mengikuti tahap awal pembinaan, dan jumlah tersebut akan terus ditambah melalui proses seleksi lanjutan.
"Nanti sekitar Oktober akan ada penambahan atlet-atlet potensial. Targetnya sekitar 250 atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov 2027," kata Hakim.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin dalam sambutannya menyampaikan pesan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri II.
Menurut Solikin, pencak silat tidak hanya menjadi olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari budaya bangsa yang perlu terus dilestarikan. Melalui kejuaraan tersebut, generasi muda diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, serta membangun karakter positif.
Ia menilai olahraga dapat menjadi sarana untuk mengarahkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan saat ini, seperti kecanduan gawai, masalah kesehatan mental, judi online, pinjaman online, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja.
"Kejuaraan ini bukan sekadar ajang adu kemampuan. Ini menjadi wadah yang strategis untuk menjaring bibit unggul, membangun karakter, sekaligus menyediakan ruang positif bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif," ujar Solikin menyampaikan pesan Bupati Kediri.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap dari kejuaraan tersebut akan lahir atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu membawa nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.
Selain meningkatkan prestasi olahraga, pembinaan pencak silat juga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang sehat, disiplin, sportif, serta memiliki karakter kuat sebagai penerus pembangunan Kabupaten Kediri.
Solikin juga menyampaikan pesan Bupati Kediri kepada para wasit dan juri agar menjaga integritas selama pertandingan berlangsung.
"Mas Bupati berpesan kepada para wasit dan juri, jaga integritas pertandingan ini. Dengan integritas yang tinggi dari semua pihak, kita bisa melahirkan juara yang berkualitas," tandasnya.(red/lis)

Social Header