Breaking News

Dua Toko di Jalur Pantura Paiton Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 300 Juta

petugas damkar saat berupaya melakukan proses pemadaman di toko yang terbakar di Paiton, Kabupaten Probolinggo(photo by radar bromo)


Probolinggo, Berita Kasus - Kebakaran hebat terjadi di kawasan Jalur Pantura, Dusun Krajan RT 09/RW 03, Desa/Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/7) siang. Dua bangunan toko yang berdempetan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Bangunan yang terbakar diketahui merupakan toko ban dan toko kelontong UD Berlian. Meski api menghanguskan sebagian besar bangunan beserta isinya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp 300 juta.

Kebakaran terjadi menjelang waktu salat Jumat sekitar pukul 12.00 WIB. Saat kejadian, pemilik toko Luis Kusno (59), warga Desa/Kecamatan Paiton, sedang tidak berada di lokasi karena menunaikan ibadah salat Jumat.

Salah satu pekerja toko kelontong, Sofi (31), mengatakan dirinya pertama kali melihat adanya percikan api dari bagian atas bangunan. Tidak lama kemudian, api membesar dan dengan cepat menjalar ke berbagai barang yang berada di dalam toko.

"Kedua toko sedang buka. Saya heran karena saat itu listrik sedang padam, tetapi tiba-tiba muncul percikan api. Dalam waktu singkat api langsung membesar dan menyebar ke dalam toko," ujar Sofi.

Menurutnya, banyak material yang mudah terbakar berada di dalam bangunan, mulai dari ban kendaraan, perlengkapan toko, hingga tabung gas elpiji. Kondisi tersebut membuat kobaran api semakin cepat membesar sehingga upaya pemadaman awal oleh warga tidak berhasil.

Berdasarkan informasi di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari area panel listrik di bagian atas toko ban. Api kemudian merambat ke seluruh bangunan dengan ukuran sekitar 6 meter x 21 meter. Asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di Jalur Pantura.

Kapolsek Paiton AKP Riyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Petugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung melakukan pengamanan lokasi sekaligus membantu proses pemadaman agar api tidak menyebar ke bangunan lain.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pastinya," kata Riyono.

Personel Damkar Kabupaten Probolinggo Adi Susanto menjelaskan, laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 12.10 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Dari hasil pendataan sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting kabel panel listrik yang terhubung menuju instalasi pendingin ruangan (AC). Api kemudian merambat ke ban kendaraan, tabung elpiji, serta berbagai material mudah terbakar lainnya hingga membakar seluruh bangunan.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kabupaten Probolinggo mengerahkan tiga unit mobil pemadam, terdiri atas dua unit kendaraan milik Damkar Kabupaten Probolinggo dan satu unit bantuan dari PLN Nusantara Power Paiton.

Proses pemadaman juga melibatkan personel Polsek Paiton, Koramil Paiton, pihak Kecamatan Paiton, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Probolinggo.

Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah kejadian. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 13.19 WIB guna memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.

Pemilik toko, Luis Kusno, baru tiba di lokasi setelah selesai melaksanakan salat Jumat. Ia terlihat syok melihat kondisi tokonya yang terbakar dan memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media.

Akibat kebakaran tersebut, dua bangunan toko mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh barang di dalamnya tidak berhasil diselamatkan, dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta. (red/lis)

© Copyright 2022 - Berita Kasus