KEDIRI – Memimpin organisasi sebesar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bukanlah tugas ringan, terlebih di tengah situasi ekonomi yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang ingin dijawab oleh Novianti Handayani atau yang akrab disapa Vie. Perempuan 47 tahun itu resmi mengemban amanah sebagai Ketua Kadin Kota Kediri periode 2026–2031 dengan tekad memperkuat daya tahan dunia usaha melalui inovasi dan kolaborasi.
Sosok Vie tak banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir. Pembawaannya tetap sederhana, tenang, dan bersahaja. Saat ditemui di kediamannya, penampilannya tetap rapi dengan karakter yang khas. Meski kini mengemban jabatan strategis sebagai pemimpin organisasi yang menaungi para pelaku usaha, ia tetap tampil rendah hati.
Baginya, setiap amanah baru selalu menghadirkan tantangan. Namun, tantangan bukan alasan untuk mundur, melainkan energi untuk terus berkembang.
"Setiap tanggung jawab baru pasti ada tantangannya. Tapi menurut saya, tantangan bukan membuat kita takut, justru membuat kita semakin semangat," ujarnya.
Vie resmi dilantik sebagai Ketua Kadin Kota Kediri oleh Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto di Ruang Jayabaya Balai Kota Kediri, Senin (13/7). Ia akan memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.
Menariknya, jabatan tersebut bukan sesuatu yang sejak awal ia incar. Vie mengaku tidak pernah mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Namun, karena pada tahap awal pendaftaran minim peminat, proses penjaringan akhirnya mengerucut pada tiga nama, termasuk dirinya.
Ia kemudian memilih mengikuti seluruh tahapan seleksi secara serius, mulai dari melengkapi persyaratan administrasi hingga mengikuti proses wawancara. Meski pada akhirnya dua kandidat lainnya mengundurkan diri sebelum tahapan akhir, Vie tetap menjalani seluruh proses dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, kesiapan memimpin bukan berarti harus merasa sudah sempurna. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan memahami setiap proses yang dijalani.
"Saya menjalani saja. Saya memang punya mimpi, tetapi tidak pernah melampaui keputusan Tuhan. Saya selalu berusaha mengukur kemampuan diri sendiri," tuturnya.
Di balik ketenangannya saat ini, tersimpan pengalaman hidup yang membentuk karakter kepemimpinannya. Beberapa tahun lalu, Vie pernah mengalami kecelakaan serius yang membuatnya harus menjalani masa pemulihan panjang. Selama berbulan-bulan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur, bahkan untuk duduk maupun berjalan pun tidak mampu.
Harapan untuk pulih sempat sangat kecil. Dokter menyampaikan peluangnya untuk kembali berjalan hanya sekitar 10 persen. Namun, kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Dengan kesabaran dan tekad yang kuat, ia menjalani proses rehabilitasi sedikit demi sedikit, mulai belajar duduk, berdiri, melangkah, hingga akhirnya mampu berjalan kembali.
Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia mengaku pernah bernazar, apabila diberi kesempatan kembali sehat dan mampu berjalan, maka dirinya siap mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat.
"Saat saya bisa berdiri dan berjalan, saya punya nazar kepada Tuhan. Kalau saya masih diberi kesempatan berjalan lagi, berarti saya masih dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat dan masih bisa memberi manfaat. Karena itu, apa pun amanah yang datang akan saya terima," ungkapnya.
Baginya, tidak ada seorang pun yang benar-benar siap menerima tanggung jawab besar. Namun, kesiapan akan tumbuh ketika seseorang mau belajar, memahami proses, serta bersedia menempa diri menghadapi berbagai konsekuensi.
Pengalaman melewati masa-masa sulit itu pula yang membuat Vie kini lebih tenang menghadapi berbagai tantangan, termasuk jika nantinya harus mengambil kebijakan yang tidak selalu mendapat dukungan semua pihak.
Sebagai Ketua Kadin Kota Kediri, ia menyadari dunia usaha sedang menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, ia optimistis pelaku usaha di Kota Kediri mampu bertahan apabila terus berinovasi.
Menurutnya, inovasi tidak hanya sebatas menciptakan produk baru, tetapi juga menyangkut strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain inovasi, Vie menilai kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Dunia usaha, menurutnya, tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi, maupun komunitas menjadi kebutuhan agar potensi ekonomi lokal semakin berkembang.
Ia berharap Kadin Kota Kediri dapat memperkuat kerja sama dengan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta instansi lainnya. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai event, pelatihan, hingga program pemberdayaan UMKM.
"Saya berharap para pelaku usaha, termasuk UMKM, tetap berjuang. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama-sama dan berkolaborasi menghadirkan berbagai kegiatan yang nantinya bisa menjadi ikon baru bagi Kota Kediri," pungkasnya.(red/lis)

Social Header