SURABAYA – Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, sisi selatan, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Minggu (19/7) sekitar pukul 18.49 WIB. Kobaran api membakar tumpukan sampah di Blok 1B dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 900 meter persegi.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya segera mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. Proses pemadaman juga didukung 15 truk tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta tujuh unit alat berat jenis backhoe yang digunakan untuk mengurai tumpukan sampah agar api tidak merambat ke area lain.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Surabaya, M. Rokhim, mengatakan kolaborasi lintas instansi dilakukan mengingat karakteristik kebakaran di lokasi pembuangan sampah membutuhkan penanganan khusus. Penggunaan alat berat diperlukan untuk membuka tumpukan sampah sehingga titik-titik api yang berada di bagian dalam dapat dijangkau petugas.
"Yang diberangkatkan ada delapan unit damkar dengan bantuan 15 tangki air dari DLH serta tujuh unit backhoe untuk mengurai tumpukan sampah," ujarnya, Senin (20/7).
Berdasarkan data DPKP Surabaya, luas keseluruhan area TPA Benowo mencapai sekitar 10 hektare. Dari luas tersebut, area yang terdampak kebakaran berada di Blok 1B dengan luasan sekitar 900 meter persegi.
Petugas berhasil mengendalikan api utama sekitar pukul 21.05 WIB. Setelah itu, proses pembasahan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Penanganan baru dinyatakan selesai dan kondisi lokasi dipastikan aman pada pukul 23.58 WIB.
Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Seluruh petugas dapat menyelesaikan proses pemadaman tanpa kendala yang membahayakan keselamatan.
Sementara itu, berdasarkan hasil penanganan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari nyala flare yang digunakan oleh suporter dan kemudian memicu api pada tumpukan sampah kering. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan benda yang dapat memicu api di sekitar area dengan material mudah terbakar, termasuk kawasan tempat pembuangan sampah yang memiliki kandungan gas dan bahan mudah terbakar sehingga berisiko mempercepat penyebaran api apabila terjadi percikan.(red/lis)

Social Header