PROBOLINGGO- Kebakaran melanda sebuah kantor jasa pengiriman paket yang berada di dekat Stasiun Probolinggo, Kota Probolinggo, pada Minggu (28/6) pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari bagian atap bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh paket kiriman yang berada di dalam kantor juga berhasil dievakuasi sebelum api membesar.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 WIB oleh Suali (60), salah seorang pegawai kantor jasa pengiriman. Saat itu, ia mendengar suara letupan yang berasal dari atap bangunan. Tidak lama kemudian, kepulan asap tebal mulai terlihat dari bagian atas kantor.
Pegawai lainnya, Dani (25), mengaku sempat mengira asap tersebut berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Pasalnya, sebelumnya memang ada warga yang membakar sampah di area tersebut. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata kobaran api sudah membesar dan melahap bagian atap sisi timur bangunan.
"Awalnya kami mengira itu asap dari pembakaran sampah. Setelah dicek, ternyata api sudah membesar dan membakar atap," ujar Dani.
Api kemudian dengan cepat merambat ke bagian dalam bangunan. Kobaran api menjalar hingga ke dua ruangan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan kardus dan bubble wrap, sehingga material yang mudah terbakar tersebut mempercepat penyebaran api.
Mengetahui kondisi tersebut, Dani bersama Suali dan seorang pegawai lainnya, Romi (30), berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Petugas Stasiun Probolinggo juga turut membantu dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Meski sempat berhasil memadamkan api di bagian bawah bangunan, kobaran yang berada di atas plafon masih terus menyala sehingga mereka akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
"Api di bawah memang sempat padam, tetapi bara di atas plafon masih menyala sehingga kami langsung menghubungi Damkar," kata Dani.
Sebelum meninggalkan bangunan demi keselamatan, para pegawai lebih dulu mengevakuasi enam paket yang baru tiba di lokasi. Salah satu paket diketahui berisi seekor kucing yang segera dipindahkan ke tempat aman agar tidak menjadi korban kebakaran. Seluruh paket berhasil diselamatkan tanpa mengalami kerusakan akibat api.
Meski tidak ada paket kiriman yang terbakar, kerugian akibat rusaknya perlengkapan gudang diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Nilai tersebut belum termasuk kerusakan yang terjadi pada bangunan kantor.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari petugas Satpol PP yang sedang berjaga di Alun-Alun Kota Probolinggo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan menuju lokasi.
"Kami segera mengirim tiga armada fire truck untuk melakukan pemadaman," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Dugaan tersebut muncul karena saat kejadian tidak ditemukan aktivitas memasak maupun penggunaan api terbuka di sekitar bangunan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas menyemprotkan air dari berbagai sisi bangunan, mulai dari bagian samping, belakang, hingga masuk ke dalam ruangan agar seluruh titik api benar-benar padam.
Karena kondisi angin bertiup cukup kencang, petugas juga melakukan proses pendinginan dalam waktu yang relatif lama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Selain itu, sejumlah genting dan bagian atap bangunan dibongkar guna mempermudah penyemprotan air ke ruang di balik plafon yang sebelumnya sulit dijangkau. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh sudut bangunan yang terdampak kebakaran dapat dipastikan bebas dari bara api dan dinyatakan aman.(red/lis)

Social Header