Kediri – Kota Kediri mencatat deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan pada Juli 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong turunnya tingkat harga di daerah tersebut.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, kondisi tersebut terjadi ketika inflasi tahunan masih berada pada level 2,64 persen.
Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menyampaikan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran dengan kontribusi terbesar terhadap deflasi bulanan. Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,27 persen.
Cabai rawit menjadi komoditas dengan sumbangan deflasi terbesar, yakni sekitar 0,15 persen. Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah bahan pangan lainnya, seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, tomat, daging ayam ras, dan jagung manis.
Selain komoditas pangan, harga emas perhiasan juga mengalami penurunan dan turut memberikan kontribusi terhadap deflasi selama Juli.
Di sisi lain, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan terhadap inflasi. Bensin menjadi salah satu penyumbang terbesar, disusul bawang putih, daging sapi, beras, ayam goreng, minyak goreng, serta beberapa komoditas hortikultura.
Dari sektor pendidikan, perubahan tarif jenjang SMA dan SMP juga turut memberikan andil terhadap inflasi bulanan.
Jika dilihat secara tahunan, inflasi Kota Kediri pada Juli tercatat 2,64 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,77 persen. Sementara itu, bensin menjadi komoditas dengan kontribusi inflasi tahunan paling tinggi.
BPS juga mengingatkan sejumlah potensi tekanan harga yang perlu diperhatikan pada Agustus 2026. Ketersediaan telur ayam ras dan daging ayam ras menjadi salah satu perhatian, terutama karena kondisi cuaca dapat memengaruhi produksi maupun distribusi komoditas pangan.
Momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap sejumlah kebutuhan masyarakat. Selain itu, perkembangan harga BBM nonsubsidi, kondisi geopolitik global yang berpengaruh terhadap harga minyak dunia, serta penyesuaian tarif pendidikan pada awal tahun ajaran baru turut menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga. Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di sejumlah lokasi pada 20–24 Juli 2026.
Pemantauan harga komoditas di pasar juga akan terus dilakukan untuk mendeteksi lebih awal apabila terjadi kenaikan harga yang berpotensi memengaruhi inflasi daerah.
Masyarakat turut diimbau berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah berharap ketersediaan pasokan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Kediri menargetkan stabilitas harga tetap terjaga dan tingkat inflasi daerah berada dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan.
(Red/Lis)

Social Header