Kediri – Sebuah rumah milik Mutofiah yang berada di Dusun Turus, Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, hangus dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin dini hari (6/7). Kebakaran diduga dipicu api dari tungku kayu bakar yang lupa dipadamkan setelah digunakan untuk memasak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, bangunan rumah beserta sebagian besar isinya mengalami kerusakan berat akibat kobaran api yang dengan cepat membesar.
Laporan mengenai kebakaran diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri sekitar pukul 00.59 WIB. Setelah menerima informasi, tim pemadam segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga bermula dari tungku kayu bakar yang digunakan orang tua pemilik rumah untuk memasak.
Menurut Kaleb, orang tua pemilik rumah yang telah lanjut usia dan mengalami kepikunan diduga lupa memadamkan api setelah selesai memasak. Bara api kemudian menyambar tumpukan kayu bakar yang berada di sekitar tungku hingga akhirnya membesar dan membakar bangunan rumah.
"Api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang dinyalakan orang tua pemilik rumah untuk memasak. Karena lupa dipadamkan, api merembet ke tumpukan kayu di sekitar rumah hingga akhirnya membakar bangunan," jelas Kaleb.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 14 ru. Untuk mengendalikan kobaran api, petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam berkapasitas masing-masing 5.000 liter dari Pos Damkar Grogol. Selain itu, satu unit armada bantuan dari Damkar Kota Kediri juga diterjunkan guna mempercepat proses pemadaman.
Sebanyak 10 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Proses pemadaman berlangsung cukup lama, dimulai setelah laporan diterima hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.40 WIB.
Berkat kerja sama petugas di lapangan, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi sehingga kebakaran yang lebih besar dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta. Meski demikian, petugas memperkirakan aset senilai sekitar Rp300 juta masih berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Pascakejadian, petugas mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan tungku kayu maupun sumber api lainnya, terutama di rumah yang dihuni oleh lanjut usia. Pengawasan dari anggota keluarga dinilai penting untuk memastikan api benar-benar padam setelah digunakan sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak menempatkan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti kayu bakar atau benda lain yang bersifat mudah menyala, terlalu dekat dengan sumber api. Langkah sederhana tersebut dapat menjadi upaya efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.(red/lis)

Social Header