Breaking News

Pantau Pasar Setiap Hari, DKPP Kota Kediri Jaga Stabilitas Harga Bahan Pangan


(by pemkot kediri)

KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas. Pemantauan dilakukan setiap hari oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Setono Betek, Pasar Bandar, dan Pasar Pesantren.

Kepala DKPP Kota Kediri Un Achmad Nurdin mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masih tersedia dalam jumlah mencukupi. Meski begitu, beberapa komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan harga.

Harga beras premium tercatat stabil di angka Rp15.400 per kilogram. Minyak goreng curah berada pada kisaran Rp18.900 per liter. Sementara itu, harga telur ayam ras turun menjadi Rp23.833 per kilogram dari sebelumnya Rp24.166.

Sebaliknya, harga daging ayam ras mengalami kenaikan dari Rp34.333 menjadi Rp35.167 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar kini dipasarkan sekitar Rp34.667 per kilogram, cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp47.333 per kilogram.

Menurut Un Achmad, kenaikan harga beras premium dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah produsen yang belum memasuki masa panen sehingga produksi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sementara itu, harga minyak goreng curah mengikuti mekanisme pasar dan dipengaruhi perkembangan harga minyak dunia.

Untuk komoditas daging ayam ras, kenaikan harga disebabkan meningkatnya permintaan dibandingkan produksi di tingkat peternak. Sedangkan kenaikan harga cabai dan bawang dipicu musim kemarau yang menyebabkan keterbatasan pasokan air di lahan hortikultura sehingga produksi menurun.

Meski terjadi fluktuasi harga, DKPP memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Kediri masih aman. Pemerintah Kota Kediri juga terus memantau perkembangan pasar dan siap melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) apabila diperlukan.

Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya Perum Bulog, PG Pesantren, serta sejumlah mitra strategis lainnya untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

"Kami berharap harga komoditas tetap stabil, pasokan pangan aman, dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Kota Kediri juga diuntungkan karena menjadi daerah transit perdagangan, sehingga pasokan dari berbagai daerah produsen tetap melimpah meski bukan daerah penghasil," ujar Un Achmad.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan karena distribusi hingga saat ini masih berjalan lancar dan stok kebutuhan pokok tetap terjaga. (Red/lis)

© Copyright 2022 - Berita Kasus