Breaking News

Kebakaran Hutan di Pacitan Nyaris Capai Permukiman, Api Hanguskan 10 Hektare Lahan

Lahan hutan 10 hektare di Desa Sambong, Kecamatan Kota Pacitan ludes terbakar(photo by detikjatim)


Berita Kasus, Pacitan – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Pacitan. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, menghanguskan sekitar 10 hektare lahan hutan milik warga. Kobaran api bahkan sempat mengancam kawasan permukiman sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.

Kapolsek Pacitan, Iptu Yuyun Krisdiantoro, mengatakan informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima dari masyarakat yang melihat munculnya kobaran api dan kepulan asap dari wilayah Desa Widoro pada Selasa (7/7/2026) siang.

"Informasi awal dari masyarakat menyebutkan adanya kobaran api yang berasal dari wilayah Desa Widoro. Karena kondisi angin cukup kencang, api kemudian merambat hingga ke lahan hutan di Desa Sambong," ujar Yuyun.

Berdasarkan laporan warga, titik api mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIB. Menyikapi laporan tersebut, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Tim yang terlibat dalam penanganan kebakaran terdiri atas personel Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Pacitan, Damkar Yonif 511, serta anggota Kodim 0801 Pacitan. Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan pemasok air (water supply).

Medan yang cukup luas serta tiupan angin membuat proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Namun, berkat kerja sama seluruh personel di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum mencapai kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

"Alhamdulillah api tidak sampai mengenai rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Kebakaran berhasil dipadamkan," kata Yuyun.

Pendinginan Dilakukan Cegah Api Menyala Kembali

Meskipun api utama telah berhasil dipadamkan, petugas masih menemukan beberapa titik bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Oleh karena itu, proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang kering dan tiupan angin masih berpotensi menyebabkan bara kembali menyala apabila tidak segera ditangani.

Selain fokus pada proses pendinginan, aparat kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Menurut Yuyun, hingga saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran dipicu oleh faktor alam akibat musim kemarau atau terdapat unsur kelalaian maupun kesengajaan manusia.

"Masih kami dalami apakah kebakaran dipicu aktivitas manusia atau murni karena faktor alam," jelasnya.

Sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi guna membantu proses penyelidikan sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Warga Diimbau Waspada Selama Musim Kemarau

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar, terlebih ketika disertai embusan angin yang cukup kencang.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun meninggalkan sumber api di area hutan dan lahan kering. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, lahan produktif, maupun permukiman warga.(red/lis)

© Copyright 2022 - Berita Kasus