Breaking News

Kasus ISPA di Kabupaten Kediri Tembus 51 Ribu Selama Semester I 2026

 
Ilustrasi ISPA.(photo by radar kediri)


Kediri – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Kediri. Sepanjang semester pertama tahun 2026, jumlah penderita ISPA tercatat mencapai 51.113 kasus, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama saat terjadi perubahan musim.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, jumlah kasus ISPA mengalami fluktuasi setiap bulan. Pada Januari tercatat sebanyak 5.894 kasus, kemudian menurun menjadi 3.592 kasus pada Februari. Namun, memasuki Maret terjadi lonjakan yang cukup signifikan hingga mencapai 9.324 kasus.

Tren peningkatan terus berlanjut pada April dengan 11.274 kasus, lalu kembali naik meski tidak terlalu besar pada Mei menjadi 11.461 kasus, yang sekaligus menjadi angka tertinggi selama semester pertama tahun ini. Sementara itu, pada Juni jumlah kasus sedikit menurun menjadi 9.568 kasus, meskipun angkanya masih tergolong tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Bambang Triyono Putro, menjelaskan bahwa perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama yang mempermudah penyebaran virus penyebab ISPA. Kondisi lingkungan yang kurang sehat juga ikut berkontribusi terhadap tingginya angka penularan.

Menurut Bambang, keluhan batuk dan pilek mulai banyak ditemukan sejak musim penghujan. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah kasus biasanya meningkat ketika memasuki masa pancaroba atau peralihan musim. Pada periode tersebut, daya tahan tubuh masyarakat cenderung menurun sehingga lebih mudah terserang virus.

"Virus lebih mudah menyerang ketika kondisi tubuh sedang menurun, terutama saat terjadi pergantian musim atau pancaroba," ujarnya.

Memasuki musim kemarau, risiko penyebaran ISPA juga meningkat akibat bertambahnya paparan debu di udara, asap dari pembakaran sampah rumah tangga, serta asap pembakaran sisa-sisa panen. Kondisi tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan.

Selain itu, fenomena bediding, yakni suhu udara yang sangat dingin pada malam hingga dini hari dan berbanding terbalik dengan cuaca yang sangat panas pada siang hari, turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Perubahan suhu yang terjadi secara drastis dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga seseorang lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling berisiko terkena ISPA. Hal ini disebabkan saluran napas mereka masih berukuran kecil sehingga lebih mudah tersumbat oleh lendir. Di samping itu, sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara sempurna sehingga lebih mudah terserang infeksi.

Akibatnya, anak yang mengalami ISPA dapat menunjukkan berbagai gejala seperti batuk, pilek, demam tinggi, sesak napas, sulit tidur, hingga menjadi lebih rewel. Selain anak-anak, orang dewasa dengan mobilitas tinggi juga memiliki risiko lebih besar terpapar virus karena lebih sering beraktivitas di luar rumah.

Untuk menekan angka penularan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama selama masa peralihan musim. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko penularan.

Masyarakat juga dianjurkan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, menghindari paparan asap rokok, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan karena asap yang dihasilkan dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Selain upaya pencegahan, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala ISPA, terutama jika disertai demam tinggi, sesak napas, atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.(red/lis)


Data Kasus ISPA Kabupaten Kediri Semester I 2026

BulanJumlah Kasus
Januari5.894
Februari3.592
Maret9.324
April11.274
Mei11.461
Juni9.568
Total51.113
© Copyright 2022 - Berita Kasus