Breaking News

Pasca Kebakaran, MTsN 1 Kota Kediri Berpeluang Dibangun Kembali Tahun Ini


TUNGGU PERBAIKAN: Beberapa ruang kelas di MTsN 1 Kota Kediri yang terbakar kini dibiarkan kosong. Kemenag Kota Kediri masih menunggu bantuan dari Pusat untuk membangun ulang gedung yang hangus terbakar. (Foto: radar kediri)


KEDIRI
– Harapan untuk kembali berdirinya gedung MTsN 1 Kota Kediri yang rusak akibat kebakaran mulai menemukan titik terang. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri telah mengajukan bantuan anggaran sebesar Rp3,6 miliar kepada pemerintah pusat guna membangun kembali sejumlah fasilitas yang hangus dilalap api pada Juni lalu.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri A. Zamroni menjelaskan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI. Saat ini pihaknya tinggal menunggu proses lanjutan dan keputusan dari pemerintah pusat terkait realisasi bantuan tersebut.

Menurut Zamroni, peluang terealisasinya pembangunan kembali gedung madrasah cukup besar. Hal itu diperkuat setelah Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Suyitno, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran beberapa waktu lalu.

"Informasi yang kami terima, peluang realisasi bantuan tahun ini cukup besar, sekitar 70 persen. Kami berharap prosesnya dapat berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera dimulai," ujarnya.

Anggaran sebesar Rp3,6 miliar tersebut disusun berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan pembangunan. Sebab, kerusakan bangunan akibat kebakaran dinilai cukup berat sehingga tidak memungkinkan hanya dilakukan renovasi ringan.

Beberapa ruangan yang akan dibangun kembali meliputi ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, serta sebagian ruang guru yang mengalami kerusakan parah akibat insiden kebakaran.

Meski demikian, proses pembangunan masih harus menunggu tahapan administrasi terkait penghapusan aset negara. Bangunan yang terbakar harus terlebih dahulu dinyatakan dihapus dari daftar aset pemerintah sebelum pembangunan fisik dapat dilakukan.

Zamroni menjelaskan, pada awal Agustus pihaknya telah mengajukan proses penghapusan aset. Tahapan berikutnya adalah survei lapangan dari tim terkait sebelum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) penghapusan aset.

"Selama proses penghapusan aset belum selesai, pembangunan gedung baru belum bisa dilakukan. Kami masih menunggu survei lapangan dan penerbitan SK sebagai dasar hukum pelaksanaan pembangunan," jelasnya.

Di tengah proses tersebut, kegiatan belajar mengajar di MTsN 1 Kota Kediri tetap berlangsung normal. Pihak sekolah melakukan berbagai penyesuaian agar aktivitas pendidikan tidak terganggu.

Untuk sementara, aktivitas administrasi dipindahkan ke ruang kelas yang masih dapat digunakan. Selain itu, madrasah juga menyewa sedikitnya tujuh ruang kelas dari sekolah terdekat sebagai lokasi sementara pelayanan administrasi dan perkantoran.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada siswa maupun masyarakat tetap berjalan sambil menunggu pembangunan gedung baru.

Kemenag Kota Kediri menargetkan pembangunan dapat dimulai dan diselesaikan dalam tahun ini. Dengan demikian, pada tahun ajaran 2027 seluruh aktivitas belajar maupun administrasi diharapkan sudah dapat kembali menempati gedung yang baru.

Selain mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, pemulihan MTsN 1 Kota Kediri juga mendapat dukungan dari jajaran Kementerian Agama se-Jawa Timur. Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur sebelumnya membuka penggalangan donasi sebagai bentuk solidaritas terhadap satuan kerja yang terdampak musibah.

Dana bantuan tersebut dihimpun melalui panitia khusus dan disalurkan untuk mendukung pemulihan sarana serta prasarana madrasah.

"Kami bersyukur mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tradisi saling membantu antar satuan kerja Kementerian Agama memang selalu dilakukan ketika ada musibah, baik kebakaran maupun bencana alam," pungkas Zamroni.(red/lis)

© Copyright 2022 - Berita Kasus