Jakarta – Pemerintah memperkirakan cadangan beras pemerintah (CBP) akan mencapai sekitar 5 juta ton dalam satu bulan ke depan. Peningkatan stok tersebut dinilai menjadi pencapaian besar dalam pengelolaan cadangan pangan nasional.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa saat ini cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 3,9 juta ton.
Kepada awak media, Amran menjelaskan bahwa jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat dalam waktu dekat. Bahkan, dalam pekan ini stok diproyeksikan menembus angka 4 juta ton dan dapat mencapai sekitar 5 juta ton pada bulan depan.
Ia menyebutkan bahwa pencapaian tersebut merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan, jika tren peningkatan produksi terus berlanjut, stok beras pemerintah berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton pada pertengahan tahun ini.
Data Badan Pangan Nasional mencatat realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga 11 Maret 2026 telah mencapai sekitar 928,2 ribu ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 719,3 ribu ton.
Menurut Amran, peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan produksi pangan nasional.
Selain menjaga pasokan dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara. Pengiriman beras sebelumnya telah dilakukan ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Ke depan, beberapa negara lain juga disebut berpotensi menjadi tujuan ekspor berikutnya.
Sementara itu, pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi sangat aman. Saat ini total stok beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 27,99 juta ton.
Jumlah tersebut terdiri dari cadangan beras yang dikelola Bulog sekitar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,5 juta ton, serta potensi produksi dari padi yang siap panen atau standing crop sebesar 11,73 juta ton.
Dengan jumlah tersebut, pasokan beras nasional dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga sekitar 324 hari ke depan atau hampir 11 bulan.
Produksi beras nasional juga tercatat tetap stabil dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton. Angka ini berada di atas rata-rata konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap stabil meskipun dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik serta potensi gangguan iklim.
Dengan produksi yang kuat serta cadangan pangan yang terus meningkat, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga dalam waktu ke depan.
(Red.EH)

Social Header