KEDIRI – Program Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah kembali digelar untuk menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. Kali ini, sebanyak 1.250 siswa dari berbagai SMA, SMK, dan SLB di Kediri menerima santunan Ramadan. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah, ratusan guru, dan masyarakat sekitar, dengan setiap sekolah mengirimkan 30 siswa perwakilan untuk menerima bantuan. Secara simbolis, santunan diberikan kepada siswa yang hadir, berupa beras tiga kilogram dan santunan Ramadan.
Menurut keterangan awak media, kegiatan ini merupakan implementasi tema pendidikan selama Ramadan, yakni “Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 H”. “Ramadan harus menjadi momentum menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial. Ketika sekolah mampu berbagi dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar, itulah makna pendidikan yang benar-benar berdampak,” ujar awak media.
Selain santunan, digelar pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi, antara lain beras kemasan tiga kilogram, telur, minyak goreng, nanas, tempe, dan berbagai jenis sayuran. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, tidak hanya warga sekitar tetapi juga guru dan siswa yang membeli kebutuhan pokok untuk dibagikan kepada keluarga. Dalam interaksi dengan siswa yang berbelanja, awak media mencatat banyak dari mereka membeli sembako untuk orang tua, sementara bantuan tambahan juga diberikan agar proses belanja lebih mudah.
Program Ramadan Pendidikan Berdampak diwujudkan melalui empat gerakan utama, yaitu memperkuat kegiatan spiritual di sekolah selama Ramadan, meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi pembelajaran, menumbuhkan budaya berbagi di sekolah dan masyarakat, serta menjaga lingkungan sekolah melalui gerakan zero sampah plastik. “Melalui empat gerakan ini, kita ingin memastikan Ramadan di lingkungan pendidikan bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar membawa dampak nyata bagi siswa, sekolah, dan masyarakat,” jelas awak media.
(Red.EI)

Social Header